Ketika Kita Disakiti, Jangan Sampai Kita Menjadi Orang yang Sama
Halo lagi! Yuk, kita ngobrolin sesuatu yang mungkin sedikit nyentil ego kita hari ini. Pernah nggak sih kamu ada di fase ketika dulu kamu pernah didinginkan, digantungin, atau di-PHP-in habis-habisan sama seseorang? Rasanya sakit banget, kan? Kita jadi bingung. Bertanya-tanya apa yang salah dari diri kita. Menunggu pesan yang nggak kunjung datang. Menebak-nebak sebenarnya hubungan ini mau dibawa ke mana. Sampai suatu hari, posisi kita berbalik. Sekarang justru kita yang dikejar. Dan tanpa sadar, kita melakukan hal yang dulu paling kita benci. Balas pesan lama. Tarik-ulur perhatian. Memberi harapan secukupnya supaya dia tetap bertahan. Lalu muncul suara kecil di kepala: «“Oh... ternyata begini ya rasanya jadi pihak yang punya kendali.”» Dan mungkin, jujur saja, ada sedikit rasa puas di sana. Karena dulu kita adalah orang yang menunggu. Sekarang kita yang ditunggu. Dulu kita tidak punya kendali atas perasaan orang lain. Sekarang kita merasa punya kendali atas perasaan seseorang. Tapi kep...