Posts

Showing posts from May, 2026

Memilih Pasangan Hidup: Kenapa Kita Harus Memilih Antara "Perbesar Kapasitas" atau "Cari Jalan Aman" dalam Hubungan?

Pernah nggak sih kamu lagi iseng baca Alkitab, terus ketemu ayat yang bikin dahi berkerut? Misalnya, pas baca Ulangan 22:10-11 soal larangan membajak dengan dua jenis hewan (lembu dan keledai bersama-sama) ataupun mencampur bahan pakaian seperti bulu domba dan lenan bersama-sama. Mungkin spontan kita mikir, "Loh, emangnya kenapa? Kalau kucing anggora dikawinin sama kucing kampung aja boleh, kok baju dilarang campur bahan?" Sebenarnya ini juga dapat dikatakan memiliki makna simbolis, selain makna literalnya. Nah, dari pertanyaan sederhana tadi, kita sebenarnya bisa menggali makna yang super dalam—tentang identitas, kecocokan, dan memilih pasangan hidup. Yuk, kita ngobrolin ini pelan-pelan! 1. Bukan Soal Biologi, Tapi Soal Prinsip Pertama-tama, kita harus bedain antara aturan alam (biologi) dan aturan simbolis. Kalau kucing anggora kawin sama kucing kampung, ya nggak masalah—mereka masih satu spesies. Tapi aturan "jangan campur bahan" dan "jangan membajak denga...

Persepuluhan: Antara Hukum Empiris Agraria Israel dan "Plintiran" Modern

🙎‍♂️: Gw gak gereja-gerejaan lagi. Perpuluhan kok ditekankan sampai ada ancaman kutukan... Tuhan kok gitu? Mending gw Agnostik aja. 👩: Eh, Tuhan nggak pernah mengadakan hal seperti itu. Coba kamu pelajari data empiris dan sejarah aslinya. Jangan sampai belum mengenal Tuhan secara pribadi, tapi sudah menilai-Nya berdasarkan ucapan orang lain—termasuk yang belum tentu benar. Sini, aku jelaskan. Mari kita bicara data, bukan manipulasi emosi. Sebelum membaca, ingat dulu: 1 + 1 = 2 ✨ Kalau ada yang bilang jawabannya 5, mungkin ada sesuatu yang perlu diperiksa ulang. 1. Secara Bahasa: Apa Itu "Ma'aser"? Dalam bahasa Ibrani, perpuluhan disebut Ma'aser (מַ×¢ֲשֵׂר) . Datanya: di seluruh Perjanjian Lama, objek Ma'aser adalah hasil tanah (gandum, anggur, minyak) dan hewan ternak . Hanya itu. Selain komoditi tersebut, tidak ada. Bahkan pada zaman ahli Farisi, penerapan hukum ini "diperluas" hingga mencakup bumbu dapur seperti adas, selasih, dan jintan—yang sejati...